4 Pertanyaan yang Wajib di Jawab Diri Sendiri Sebelum Selingkuh

-,-
Perselingkuhan memang memiliki sensasi tersendiri karena dapat menghadirkan rasa mendebarkan, semangat, dan menggoda serta rasa lebih dihargai. Namun, walau Anda tergoda oleh perasaan yang menantang itu, selingkuh merupakan salah satu awal mula dari bencana sebuah hubungan rumah tangga, baik yang dilakukan sang suami ataupun istri. Selingkuh juga bisa terjadi disaat pacaran, dimana kemungkinannya sangat besar terjadi.

"Memang susah untuk menampik semua perhatian dan perasaan tersanjung yang hadir di tahap awal mula berselingkuh. Tetapi mesti disadari akibatnya," kata Barbara Greenberg, psikolog klinik dan terapis keluarga.

Seringkali didalam sebuah jalinan pernikahan terjadi pasang surut ke harmonisan hubungan, jadi sebelum kita tergoda menuruti kemauan selingkuh tanyakan pada diri sendiri empat urusan ini, yang mungkin dapat merubah keinginan untuk selingkuhi pasangan Anda, bahwa menjadi orang yang setia pada pasangan adalah pilihan yang tepat:

4 Pertanyaan yang Wajib di Jawab Diri Sendiri Sebelum Selingkuh
4 Pertanyaan yang Wajib di Jawab Diri Sendiri Sebelum Selingkuh

1. Apasaja akibatnya

Hal kesatu yang mesti kita pikirkan ialah apa yang terjadi jika seandainya perselingkuhan ini terbongkar, sebab kemungkinan terbongkarnya kasus selingkuh sangat besar. Renungkan dengan baik bagaimana permainan ini bakal berakhir.

"Kebanyakan orang yang selingkuh ialah mereka yang kesepian dan bosan. Mereka barangkali tidak merasa dihargai atau dirasakan dalam hubungan itu. Pada kondisi tersebut memulai 'hubungan baru' terasa menyenangkan, namun bukan solusi sebetulnya dari rasa kesepian dalam hubungan Anda," kata Kathryn Smerling, terapis family dan pernikahan.



Di saat awal hubungan memang lebih menyenangkan dibandingkan dengan pasangan kita, namun seiring waktu, hal yang sama akan kita rasakan juga, rasa bosan, karena itu dibandingkan dengan pilihan selingkuh, lebih baik memperbaiki hubungan dengan pasangan, baik cara komunikasi atau sekedar jalan-jalan berdua atau makan bersama seperti awal berpacaran, hanya komunikasi yang baik yang dapat mempertahankan sebuah hubungan.

2. Apakah saya sudah siap mengarungi dua kehidupan

Menyimpan suatu rahasia dapat mendatangkan kecemasan. Karena kita terus menerus fobia ketahuan dan merasa telah terlalu jauh melangkah, kita pasti selalu berpikiran untuk tidak pernah memulainya, tapi jika sudah terjadi perasaan bersalah selalu menghampiri.

"Melakukan segala urusan dengan sembunyi-sembunyi dapat membuat stres dan rasa cemas. Kita bahkan jadi pandai berdusta untuk menutupi dua kehidupan ini agar tidak saling mencampuri. Pertimbangkan apakah perselingkuhan tersebut layak," kata Greenberg.

3. Bagaimana jika seandainya tidak sesuai dengan harapan?

Ketika seseorang merasa dikhianati, perasaan ia bakal hancur, tidak ada yang dapat menerima jika salah satu pasangan hidupnya ternyata memiliki wanita atau pria idaman lain. Hal ini akan dirasakan oleh tiga orang di dalam hubungan itu: Anda, pasangan, serta orang ketiga.

Yang sering terjadi adalah pasangan selingkuh kita menjadi begitu terobsesi dengan Anda, kondisinya tidak saja menyebalkan tapi akan menjadi lebih berbahaya jika tidak cepat diatasi. "Obsesi dapat membuat seseorang punya kemauan balas dendam, tergolong merusak hubungan utama Anda," kata Greenberg.

Disaat yang sama, pengkhianatan pada pasangan melukai hatinya, dan juga dapat membuatnya mengerjakan hal-hal nekat, termasuk melakukan selingkuh juga, dan jika hal ini terjadi, keretakan rumah tangga akan sangat cepat terjadi menuju perceraian.

4. Adakah pintu keluar?

Walau pada awal hubungan Anda merasa dipuja, mendapat perhatian, dan kesenangan, seiring waktu pikiran tersebut lama-lama bakal pudar dan terasa biasa saja hubungan yang dijalani malah mendekati suasana hubungan dengan sebelumnya yang sedikit membosankan. Ingatlah bahwa sesuatu yang menggoda tidak selalu abadi dan sehat.

"Mungkin yang permanen ialah hancurnya family Anda dan rasa nyaman," kata Greenberg.

Pada beberapa kasus, orang yang berselingkuh secara sadar atau tidak sadar hendak keluar dari hubungannya. Tetapi, berselingkuh bukan cara tepat mengakhiri sebuah hubungan. Jika seluruh upaya mengamankan hubungan mendatangi jalan buntu, tak terdapat salahnya menyelesaikan hubungan dengan baik-baik, bagaimana pun pasangan kita adalah orang yang pernah kita puja di dalam hidup, menghargai dirinya merupakan hal paling utama di bandingkan dengan kepuasan sesaat.

"Bicara dengan jujur pada pasangan ialah cara yang lebih baik. Anda barangkali takut kehilangan keluarga, stabilitas, bahkan reputasi. Tetapi menyelesaikan hubungan yang lama sebelum mengawali yang baru bakal menghindari rasa sakit dan drama," katanya.
4 Pertanyaan yang Wajib di Jawab Diri Sendiri Sebelum Selingkuh
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.

Comments
0 Comments